Narkoba

Pecat Petugas yang Terlibat Sindikat Narkoba

Kompas.com - 07/01/2012, 03:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Taswem Tarib menegaskan, pihaknya tak akan segan-segan menindak tegas petugas yang terbukti terlibat dalam peredaran narkotika di dalam lapas (lembaga pemasyarakatan). 

Hal tersebut dikatakannya seusai menyerahkan barang bukti sabu seberat 3,2 gram yang ditemukan di kamar tahanan Lapas Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (6/1/2012). "Kalau ada petugas yang terlibat, sanksinya satu, berhenti dari PNS," ungkapnya.

Sabu seberat 3,2 gram yang terdiri dari 2 gram berbentuk kristal dan 1 gram berbentuk bubuk tersebut adalah milik SG (37) alias Asen yang disimpan di dalam engsel pintu ruang tahanan Lantai 2, Ruang 7, Paviliun Saroso, Lapas Salemba, Jakarta Pusat. Sel tersebut diisi oleh 10 narapidana, termasuk Asen.

Meski Taswem belum menemukan keterkaitan keberadaan barang haram tersebut dengan sembilan tahanan lainnya, pihaknya akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan adanya kerja sama dengan narapidana lain tentang keberadaan sabu tersebut.

Kepala Lapas Salemba Yusfachrudin mengaku tak habis pikir bagaimana barang haram tersebut bisa masuk ke dalam lapas. "Kami sudah lakukan penggeledahan rutin, tapi mereka selalu punya cara untuk memasukkan barang itu ke dalam," ujarnya.

Kini, barang bukti sabu dan tujuh ponsel tersebut telah diserahkan kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk penyelidikan lebih lanjut, sementara terdakwa Asen belum bisa dipindah menjadi tahanan BNN karena belum mendapatkan izin dari hakim yang mengadili terdakwa.

Sebelumnya, Asen ditangkap Polda Metro Jaya atas kepemilikan sabu seberat 7 kilogram dan saat ini tengah menjalani proses peradilan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Asen telah tiga kali masuk-keluar penjara dengan kasus yang sama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau